Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lombok Utara Siapkan Penguatan Pengawasan Partisipatif Dan Sosialisasi Pemilih Pemula

foto rapat

Sesi Rapat membahas persiapan program "Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 dan Sosialisasi Pemilih Pemula berbasis Sekolah dan Pondok Pesantren", pada Senin, 27/4/2026.

lombokutara.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) membahas persiapan program "Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 dan Sosialisasi Pemilih Pemula berbasis Sekolah dan Pondok Pesantren" sebagai strategi memperkuat pengawasan partisipatif menyongsong tahapan demokrasi di ruang rapat Bawaslu Lombok Utara, pada Senin 27/4/2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengonsolidasikan seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga staf sekretariat, guna memastikan persiapan program berjalan optimal.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Lombok Utara, Ria Sukandi, menjelaskan bahwa penguatan pengawasan partisipatif juga akan difokuskan pada segmen pemilih pemula, khususnya di Madrasah Aliyah dan pondok pesantren. Hal ini didasarkan pada temuan data yang menunjukkan potensi besar pemilih pemula di lingkungan tersebut.

“Kita menemukan potensi ratusan pemilih pemula yang perlu didorong pemenuhan hak administrasi kependudukannya, khususnya perekaman KTP elektronik sebagai syarat utama dalam daftar pemilih,” jelasnya.

Dikatakannya juga, selama ini perekaman KTP elektronik lebih banyak dilakukan di sekolah umum, sementara pondok pesantren dan madrasah belum optimal tersentuh. Oleh karena itu, Bawaslu akan mendorong kolaborasi dengan instansi terkait melalui kegiatan sosialisasi dan konsolidasi demokrasi.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang demokrasi, tetapi juga mendorong pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi pemilih pemula,” tegas Kordiv HP2H Bawaslu Lombok Utara, Ria Sukandi.

Sementara, Koordinator Sekretariat Bawaslu Lombok Utara, I Putu Windrawan, dalam kesempatan menjelaskan bahwa kegiatan P2P di selenggarakan dikantor dengan durasi satu hari penuh dan dirancang dalam enam sesi yang melibatkan seluruh divisi, baik sebagai panitia, fasilitator, moderator, maupun narasumber.

“Kegiatan ini cukup padat, sehingga diharapkan seluruh jajaran dapat mengambil peran aktif,” Terangnya.

Bawaslu KLU berharap melalui langkah ini, kesadaran demokrasi generasi muda meningkat sekaligus memastikan hak pilih mereka dapat terpenuhi secara administratif menjelang pemilu mendatang.

Penulis dan Foto: Wr

Editor: Wr