Lompat ke isi utama

Berita

Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Bangkitkan Kesadaran Demokrasi

foto kegiatan

Koordinator Sekretariat Bawaslu Lombok Utara, I Putu Windrawan

Oleh: I Putu Windrawan
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lombok Utara

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya semangat persatuan bangsa pada tahun 1908. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa harus terus dijaga melalui kesadaran kolektif masyarakat, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Tema Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, memiliki makna yang sangat relevan dengan tantangan demokrasi saat ini. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus media sosial, masyarakat menghadapi tantangan baru berupa hoaks, politik uang, ujaran kebencian, serta rendahnya literasi demokrasi.

Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi secara bersama-sama. Kesadaran itulah yang perlu dibangkitkan kembali melalui semangat Hari Kebangkitan Nasional.

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu Kabupaten Lombok Utara memandang bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga integritas demokrasi. Partisipasi masyarakat dalam mengawasi tahapan pemilu merupakan bentuk nyata dari semangat kebangkitan nasional di era modern.

Saat ini, tantangan bangsa tidak lagi sebatas mempertahankan wilayah negara, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi dan kualitas ruang publik digital. Masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan bangsa.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi. Anak muda hari ini bukan hanya pengguna media sosial, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa. Karena itu, edukasi demokrasi, literasi digital, dan penguatan nilai kebangsaan harus terus diperkuat, khususnya di kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, hingga masyarakat desa.

Di Kabupaten Lombok Utara, semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun demokrasi yang bermartabat. Nilai-nilai lokal seperti saling menjaga, menghormati perbedaan, dan musyawarah perlu terus dirawat sebagai bagian dari budaya demokrasi.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi refleksi bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas pemerintah atau penyelenggara pemilu semata. Demokrasi harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, media, hingga komunitas lokal memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kualitas kehidupan demokrasi.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, mari bersama-sama membangkitkan kesadaran demokrasi, memperkuat persatuan, serta menjaga integritas bangsa melalui partisipasi aktif dalam pengawasan pemilu dan kehidupan demokrasi sehari-hari.

Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang peduli, kritis, dan berani menjaga nilai kejujuran demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Penulis dan Foto: PW dan Wr

Editor: Wr