Jumpa Berlian Episode 5 Evaluasi Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Perkuat Strategi Pengawasan Pemilu
|
lombokutara.bawaslu.go.id — Evaluasi pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif menjadi fokus dalam Jumpa Berlian Episode 5 yang digelar secara daring melalui Zoom, Jumat (14/8/2026). Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program sekaligus memperkuat strategi pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara berkelanjutan.
Ketua Bawaslu Lombok Utara, Deni Hartawan, menegaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk memastikan program yang telah dilaksanakan tidak berhenti pada terlaksananya kegiatan, tetapi memberikan manfaat dan memiliki tindak lanjut yang jelas.
“Evaluasi penting dilakukan untuk melihat sejauh mana program yang telah dilaksanakan memberikan manfaat, apa yang sudah tercapai, serta apa yang masih perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti,” ujar Deni.
Sejalan dengan hal tersebut, pemateri Jumpa Berlian Episode 5, Kaharuddin, menjelaskan bahwa evaluasi pengawasan partisipatif tidak hanya mengukur terlaksana atau tidaknya kegiatan, tetapi juga melihat dampak dan keberlanjutan keterlibatan masyarakat setelah sosialisasi dilakukan.
“Yang namanya evaluasi adalah menyampaikan sesuatu dari kegiatan yang sudah dilakukan, apakah terlaksana atau tidak, baik atau tidak, serta tercapai atau tidak tindak lanjut dari harapan yang diinginkan,” ungkap Kaharuddin.
Menurutnya, sosialisasi kepemiluan telah dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam Pemilu, termasuk mekanisme penyampaian laporan dugaan pelanggaran. Tantangan selanjutnya adalah memastikan pengetahuan tersebut berkembang menjadi keberanian dan kemauan masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan.
“Yang penting kita sudah melakukan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ada. Persoalan nanti apakah tingkat partisipasinya meningkat atau tidak, itu yang akan kita lihat,” tambahnya.
Kaharuddin mengatakan penguatan pengawasan partisipatif juga membutuhkan kejelasan peran antara penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, dan masyarakat. Karena itu, evaluasi perlu mencakup efektivitas jejaring pengawasan serta ruang partisipasi yang tersedia bagi masyarakat.
“Hal tersebut perlu disertai evaluasi terhadap jejaring pengawasan serta ruang partisipasi yang tersedia bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama, Lini Purwanti, melalui sesi Siraman Rohani Islam (SIROIS), mengingatkan pentingnya integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas maupun mengambil bagian dalam proses demokrasi.
“Integritas dan kejujuran dalam Pemilu adalah cermin dari keimanan seseorang. Ketika kita menjaga kejujuran di saat tidak ada orang lain yang melihat, di situlah letak kualitas ketakwaan kita,” pesan Lini.
Pembahasan dalam Jumpa Berlian Episode 5 selanjutnya diarahkan pada penguatan keberlanjutan program pengawasan partisipatif, efektivitas jejaring pengawasan, mekanisme umpan balik masyarakat, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan partisipasi masyarakat.
Melalui evaluasi tersebut, pengawasan partisipatif diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang aktif dan berkelanjutan. Penguatan pendidikan kepemiluan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, optimalisasi media digital, serta kemudahan mekanisme pelaporan menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan Pemilu yang jujur, adil, berintegritas, dan bermartabat di Kabupaten Lombok Utara.
Penulis dan Foto: Wr
Editor: Wr