Lompat ke isi utama

Berita

Jumpa Berlian Episode 7 Tekankan Tertib Administrasi dan Pertanggungjawaban dalam Pelaksanaan Tugas

Foto Kegiatan

Bawaslu Lombok Utara menggelar Kegiatan Jumpa Berlian Episode 7

lombokutara.bawaslu.go.id — Kegiatan Jumpa Berlian Episode 7 kembali menjadi ruang penguatan kapasitas jajaran melalui pembahasan penting mengenai tertib administrasi dan tertib pertanggungjawaban. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (4/9/2026), tersebut juga diawali dengan siraman rohani bertema “Bekerja Bernilai Ibadah, Mengabdi dengan Amanah”.

Pengadministrasi Perkantoran, Wildani mengawali rangkaian kegiatan dengan siraman rohani Islam yang mengaitkan pelaksanaan tugas kelembagaan dengan nilai amanah dan ibadah. Nilai tersebut penting karena setiap tugas yang diemban pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban. 

“Sudah semestinya kita bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur dan penuh tanggung jawab. Pada hakikatnya, kita sedang mempertanggungjawabkan amanah tersebut, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah,” tegas Wildani. 

Dikatakan juga, nilai amanah tersebut perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk menjaga kejujuran dan objektivitas dalam pengawasan, penindakan pelanggaran maupun penyelesaian sengketa proses pemilu. Profesionalitas, disiplin dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

“Jabatan dan tugas yang kita emban adalah titipan dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap langkah yang kita ambil hendaknya menjadi bagian dari pengabdian yang amanah kepada bangsa dan negara,” tambahnya. 

Selanjutnya masuk sesi Materi tertib administrasi dan pertanggungjawaban yang disampaikan Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama, Nin’gy Berliana Salsabela, S.M.,  menjelaskan bahwa tertib administrasi bukan sekadar aktivitas melengkapi surat atau mengumpulkan tanda tangan, melainkan menjadi jejak yang menunjukkan bahwa sebuah kegiatan telah direncanakan, dilaksanakan, dibayarkan kepada pihak yang berhak, serta memiliki bukti yang dapat ditelusuri.  Menurutnya, pertanggungjawaban perlu dibangun sejak awal pelaksanaan kegiatan, bukan baru dipikirkan setelah kegiatan selesai. Karena itu, setiap pelaksana perlu memastikan kegiatan sesuai rencana, menyimpan bukti transaksi dan bukti kegiatan, mencatat peserta, menyusun laporan output, serta menyerahkan dokumen sesuai alur dan waktu yang telah ditentukan.

“Administrasi bukan sekadar pekerjaan membuat surat atau mengumpulkan tanda tangan. Administrasi adalah jejak yang menunjukkan bahwa kegiatan memang direncanakan, dilaksanakan, dibayar kepada pihak yang berhak, dan menghasilkan bukti yang dapat ditelusuri,” jelasnya. 

Penjelasan tersebut kemudian diperkuat dengan pentingnya kesesuaian antara belanja, RAB, akun belanja, mekanisme pembayaran, serta kelengkapan dokumen pendukung. Ia juga mengingatkan bahwa dokumen pertanggungjawaban harus disiapkan sesuai jenis dan nilai belanja, termasuk memperhatikan kewajiban perpajakan. 

Nin’gy menambahkan, kualitas pertanggungjawaban tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola keuangan. Setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan memiliki peran sejak kegiatan berlangsung, terutama dalam memastikan bukti kegiatan dan transaksi tersedia serta dokumen tersusun secara tertib.

“Pertanggungjawaban bukan hanya untuk urusan keuangan. Ketika sebuah kegiatan dilaksanakan, orang yang terlibat sebenarnya sudah ikut membangun pertanggungjawaban, mulai dari memastikan kegiatan sesuai rencana, mencatat peserta, menyimpan bukti transaksi, membuat laporan output sampai menyerahkan dokumen kepada pihak yang berwenang,” tambahnya. 

Melalui Jumpa Berlian Episode 7, jajaran tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai aspek administrasi dan pertanggungjawaban, tetapi juga diajak membangun kesadaran bahwa tertib dokumen, kepatuhan terhadap ketentuan, profesionalitas dan integritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pertanggungjawaban yang baik perlu dibangun sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, setiap pekerjaan tidak hanya dapat diselesaikan secara administratif, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, tertib dan sesuai ketentuan. 

Penulis dan Foto: Wr

Editor: Wr